BerandaAndroidEmulator Android Ringan

Emulator Android Ringan

Berikut ini 9 Emulator android paling ringan yang cocok sekali untuk PC spek rendah bahkan dengan ram 512mb sekalipun.

Emulator adalah software yang memungkinkan kita untuk melakukan imitasi terhadap platform komputasi tertentu atau menjalankan sebuah program dari platform komputasi tertentu ke platform komputasi lain yang berbeda.

What is emulation?“. national library of the netherlands. diterhemahkan dan diakses pada 20-01-2021.

Dengan menggunakan Emulator Android, kita sebenarnya sedang mengimitasi platform android melalui platform PC.

Proses imitasi platform yang dilakukan oleh program emulator kerap membutuhkan resource yang besar, untuk itu ITnesia kini menuliskan beberapa alternatif emulator android ringan untuk PC.

Emulator Android Paling Ringan Untuk PC Spek Rendah

1. scrcpy

Scrcpy mirroring smartphone android kedalam PC Windows 10
Scrcpy mirroring smartphone android kedalam PC Windows 10

Jika kamu mencari emulator android ringan ram 512mb, maka scrcpy merupakan opsi paling ringan jika kamu ingin menjalankan platform android pada platform PC.

scrcpy pada dasarnya merupakan program yang memungkinkan kamu melakukan mirroring perangkat android ke PC.

Karena cara kerjanya bukan emulasi melainkan mirroring, maka performa dari scrcpy sangat bergantung pada spesifikasi smartphone Android, dengan demikian seburuk apa pun spek pc kamu, kamu tetap bisa dengan lancar menjalankan program ini.

Jika saat ini kamu sangat harus menjalankan platform Android melalui PC namun tidak memungkinkan untuk menggunakan sebuah emulator, maka kamu bisa mencoba menggunakan scrcpy ini.

Spesifikasi Minimum scrcpy:

  • PC: Apapun spesifikasi PC asalkan memiliki USB Port dan Menggunakan Sistem Operasi Windows 10/8/7.
  • Smartphone Android: Minimal Android 5.0 dan mengaktifkan ADB/USB debugging.

2. Android-x86

Emulator Android X86 Melalui Virtual Box
Emulator Android X86 Melalui Virtual Box

Android-x86 merupakan sistem operasi Android yang dikembangkan agar bisa dipasang pada platform hardware berbasis Intel dan AMD x86.

Karena berbentuk ISO, penggunaan Android-x86 bisa di install secara langsung sebagai sistem operasi pada PC seperti Windows atau melalui program virtualization seperti Virtual Box atau VM Ware.

Jika kamu ingin mendapatkan performa maksimal pada PC spek rendah, maka Android-x86 sangat direkomendasikan untuk di install sebagai sistem operasi misalnya konfigurasi dual boot Windows dan Android-x86.

Sedangkan penggunaan melalui program virtualization akan membutuhkan resource yang cukup besar mengingat Android-x86 akan berjalan di atas sistem operasi PC yang sudah berjalan sebelumnya.

Spesifikasi Minimum Android-x86:

  • Processor: Intel atau AMD dengan arsitektur x86 32 bit
  • RAM: 1.2 GB
  • Disk Space / Penyimpanan: 3 GB

3. Google SDK Tools x86 Android Emulator

Emulator Android X86 Melalui Android SDK Tools
Emulator Android X86 Melalui Android SDK Tools

Android Studio pada dasarnya merupakan program apps builder, dimana developer aplikasi android menggunakan program ini sebagai alat untuk mengembangkan aplikasinya.

Meskipun lebih dikenal sebagai salah satu program apps builder terbaik, Android Studio hadir dengan fitur yang sangat penting kaitannya dengan artikel yang ITnesia bahas kali ini.

Fitur tersebut adalah Emulator. Guna melakukan pengujian aplikasi yang dibuat menggunakan Android Studio, program ini sudah dilengkapi dengan emulator bawaan berbasis Android-X86.

Kamu tidak perlu membuat aplikasi atau melakukan coding yang membingungkan untuk bisa menggunakan Emulator bawaan Android Studio ini. Yang perlu kamu lakukan hanyalah membuat sebuah Android Virtual Device dan bisa langsung digunakan dengan fitur-fitur android pada umumnya.

Spesifikasi Minimum Google SDK Tools x86 Android Emulator:

  • Processor: 64-bit processor
  • RAM: 4 GB
  • Disk Space / Penyimpanan: 4 GB

4. ARChon Chrome Extension

ARChon Extension Pada Browser Chrome
ARChon Extension Pada Browser Chrome

Jika kamu memiliki PC dengan spesifikasi yang terlampau rendah, sehingga pilihan emulator android ringan yang bisa kamu gunakan sangat terbatas, ARChon bisa jadi solusi untuk permasalahan tersebut.

ARChon merupakan ekstensi google chrome yang fungsinya adalah untuk menjalankan aplikasi dan game dalam format APK.

Meskipun tidak mudah dalam pengoperasiannya, ARChon tidak memaksa kamu untuk menginstall fitur-fitur tidak penting yang biasanya ada pada emulator pada umumnya.

Pada dasarnya, semua PC dengan sistem operasi apa pun selama bisa mengoperasikan Google Chrome bisa digunakan untuk menjalankan ARChon. Namun dibalik semua itu kita harus menerima bahwa ARChon memiliki keterbatasan dukungan kontrol dan jenis games atau aplikasi yang bisa dijalankan.

Spesifikasi Minimum ARChon:

  • Processor: Intel Pentium 4 atau processor lain yang mendukung SSE3.
  • RAM: 512 MB
  • Disk Space / Penyimpanan: 1 GB

5. LDPlayer

LDPlayer Emulator Android Ringan Pada Windows 10
LDPlayer Emulator Android Ringan Pada Windows 10

LDPlayer Emulator adalah salah satu emulator android ringan yang dikembangkan dengan fokus untuk memaksimalkan performa bermain game.

Menggunakan Android N versi 7.1x, LDPlayer terkenal dengan mapping keyboard yang baik, dukungan FPS yang tinggi hingga fitur untuk otomatisasi seperti macro dan multi-instance.

LDPlayer juga sangat banyak digunakan oleh para pemain game Garena Free Fire, Among Us dan Clash of Clans. Namun ada keluhan dari pengguna LDPlayer akhir-akhir ini yang menyebut LDPlayer lag ketika bermain game PUBG.

Meski dikembangkan khusus untuk performa gaming, LDPlayer juga bisa digunakan untuk aplikasi social media seperti Instagram, WhatsApp dan aplikasi social media lainnya.

Spesifikasi Minimum LDPlayer:

  • Processor: Intel atau AMD x86 / 64-bit processor
  • RAM: 2 GB
  • Disk Space / Penyimpanan: 36 GB

6. Remix OS Player

Remix OS Player Pada Windows 10
Remix OS Player Pada Windows 10

Meskipun sudah tidak secara aktif di kembangkan, Remix OS Player masih cukup populer di tahun 2021.

Alasan dibalik popularitas Remix OS Player sebenarnya sederhana, yaitu simple, bersih dan relatif ringan.

Karena Remix OS Player ini terakhir dikembangkan pada tahun 2016 dan menggunakan Android versi Marshmallow, untuk membuat Remix OS Player ini menjadi emulator android yang ringan, coba install Remix OS langsung pada hard disk atau melalui Flashdisk.

Untuk dukungan game yang bisa dimainkan masih relevan dengan game-game keluaran terbaru, namun sepertinya dalam waktu dekat akan banyak game yang sudah tidak bisa dimainkan lagi melalui Remix OS Player karena versi Androidnya yang sudah terlalu usang.

Spesifikasi Minimum Remix OS Player:

  • Processor: Intel atau AMD x86 / 64-bit processor
  • RAM: 2 GB
  • Disk Space / Penyimpanan: 36 GB

7. Prime OS

Prime OS Di Install Pada Huion Pen Tablet
Prime OS Di Install Pada Huion Pen Tablet

Sama seperti Android-x86, Prime OS pada dasarnya merupakan sebuah Sistem Operasi Android yang bisa kamu install dan jalankan pada platform PC.

Untuk kamu yang menggunakan sistem operasi Windows, Prime OS tersedia dalam bentuk setup installer yang mudah digunakan.

Jika kamu ingin menjalankan Prime OS sebagai emulator atau pada sistem dengan OS lain, kamu bisa mendownload file ISO nya lalu menjalankannya melalui software virtualization atau menjalankannya bersamaan dengan sistem operasi pc yang sudah ada sehingga menjadi konfigurasi dual boot.

Jika kamu pernah menjalankan sistem operasi ChromeOS, maka Prime OS ini ada kemiripan seperti dukungan multi tasking, dukungan mouse dan keyboard yang baik namun bisa menggunakan aplikasi dan game android pada umumnya.

Spesifikasi Minimum Prime OS Emulator:

  • Processor: Intel Intel Core i-Series generasi ke 2 atau AMD A8 5550
  • RAM: 2 GB
  • Disk Space / Penyimpanan: 4 GB

8. Phoenix OS

Phoenix OS Pada Laptop
Phoenix OS Pada Laptop

Jika kamu mendambakan performa Android namun dengan pengalaman yang hampir sama dengan menggunakan PC, maka harus kamu coba Phoenix OS ini.

Dengan basis Android 7.1, Phoenix OS tersedia dalam bentuk Emulator dan ISO jika ingin merasakan sensasi performa bare metal dari Emulator ini.

Di kembangkan dari project Android x86, pengembang Phoenix OS menambahkan fitur khusus yang mampu meningkatkan gaming experience pengguna nya.

Dukungan Google Play Services menjadikan kamu dapat menginstall game apa saja yang ada di google play.

Spesifikasi Minimum Phoenix OS:

  • Processor: Intel Atom series.
  • RAM: 2 GB
  • Disk Space / Penyimpanan: 6 GB

9. NOX Player

NOX Player Pada Windows 10
NOX Player Pada Windows 10

Mirip dengan Emulator mainstream pada umumnya, NOX player sebenarnya bukan sebuah emulator android yang buruk.

Dukungan keyboard dan mouse mapping yang baik membuat NOX Player mendapatkan review baik dari para gamers kebanyakan.

Sayangnya, NOX Emulator bukanlah sebuah emulator android ringan yang tingkat “keringanannya” jauh lebih baik jika dibandingkan dengan bluestack.

Bloat-app dan aplikasi juga fitur-fitur yang dirasa tidak diperlukan masih kerap dijumpai ketika menggunakan Nox Emulator ini, namun jika kamu mencari alternatif selain bluestack, maka tidak ada salahnya mencoba emulator yang satu ini.

Spesifikasi Minimum NOX Player:

  • Processor: Dual Core CPU baik Intel maupun AMD.
  • RAM: 1.5 GB
  • Disk Space / Penyimpanan: 1.5 GB
  • VGA: Setidaknya menggunakan VGA/GPU dengan dukungan Open GL 2.0

Baca Juga: 9 Aplikasi VPN Gratis Android Terbaik Mana Yang Tercepat?

Beberapa diantara kamu mungkin bertanya kenapa beberapa emulator yang banyak digunakan orang seperti Leapdroid, Andy OS dan Droid4x tidak diikut sertakan pada artikel emulator android ringan kali ini.

Alasannya, Leapdroid saat ini sudah tidak diupdate semenjak di akuisisi oleh Google.

Untuk Andy OS sayangnya belakangan diketahui bahwa pengembang dari Andy OS menjadikan Emulatornya sebagai media mining crypto currency tanpa sepengetahuan pengguna nya.

Sedangkan Droid4x meskipun dulu pernah menjadi salah satu emulator android paling ringan, sejak tidak diupdate Droid4x memiliki banyak masalah dari segi kompatibilitas khususnya pada game keluaran terbaru .


Mana Emulator Android Paling Ringan Terbaik?

Performa emulator sangat dipengaruhi oleh tenaga processor yang kamu miliki, saran saya coba gunakan scrcpy atau Android-x86 sebagai stand-alone os guna mendapat performa bare-metal yang sangat mulus.

Karena setiap PC dibuat dengan konfigurasi spesifikasi yang berbeda-beda, kamu juga bisa mencoba satu per satu emulator android diatas dan menyimpulkan sendiri mana emulator android yang paling ringan pada PC yang kamu gunakan.

Bagikan artikel diatas ke social media:

Editorial Editorial Article

Bekerja di industri media online sejak 2015. Suka dan mendalami dunia komputasi secara umum. Mahir dalam PHP, WordPress dan sedang memperdalam Python. Lulus dari Sekolah Menengah Atas yang berfokus pada Teknologi / Teknisi Teknik Komputer dari Sekolah Menengah Kejuruan Merdeka lalu sempat mencoba melanjutkan kuliah jurusan Teknik Komputer di salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung. Saat ini fokus menulis dan mendirikan ITnesia.com sejak 2017.