Beberapa saat lalu pengguna social media dibuat bingung karena ungkapan “Mending Rakit PC” mencuat dan menjadi bahan perbincangan orang-orang.
Banyak yang membandingkan merakit PC jauh lebih baik dengan hal-hal lain, namun saat ini kita akan membahas Mending Rakit PC Atau Beli Laptop ?
Daftar Isi
Mending Rakit PC Atau Beli Laptop?

Oke kita langsung pilih sebuah laptop sebagai pembanding dan saya memilih ASUS ROG STRIX G512LU.
Laptop ini dipilih karena masih laris dan populer di tahun 2021 dengan harga baru nya yang mencapai Rp 18.449.000.
Dengan harga 18 jutaan, laptop ini memiliki spesifikasi sebagai berikut:
Spesifikasi ASUS ROG STRIX G512LU
| Processor | 10th Generation Intel® Core™ i7-10750H Processor (12M Cache, up to 5.00 GHz) |
| RAM | 8 GB DDR4 3200MHz |
| VGA / GPU | NVIDIA® GeForce® GTX 1660Ti GDDR6, 6GB |
| Layar | 15.6″ 1920×1080 144Hz |
| Penyimpanan | 512GB SSD M2 NVME |
Spesifikasi PC Rakitan Setara ASUS ROG STRIX G512LU
Oke sekarang kita sudah punya acuan spesifikasi untuk merakit PC, sekarang kita list komponen apa saja yang digunakan dan berapa biaya yang dikeluarkan untuk merakit sebuah pc dengan Processor RAM, VGA, Layar & Penyimpanan yang sama dengan apa yang digunakan pada laptop ASUS ROG STRIX G512LU.
Motherboard

Pertama-tama kita memilih motherboard terlebih dahulu, karena kita akan menggunakan processor generasi ke 10 dari intel, saya memilih chipset B460 yang merupakan chipset intel 10th gen paling murah dan pilihan jatuh ke merek Galax.
Kita tidak perlu motherboard gaming karena menggunakan processor yang tidak memiliki kemampuan overclocking dan dukungan RAM yang tidak terlalu tinggi.
Processor

Ketika mencari sebuah processor yang setidaknya mendekati dengan performa dari i7-10750H, pilihan jatuh kepada Intel i5-10500 karena memiliki hasil benchmark yang hampir sama dengan i7-10750H dan mampu mengakomodir semua fitur yang ditawarkan dari motherboard GALAX B460M.
Processor Intel sudah dilengkapi dengan kipas pendingin bawaan sehingga kita tidak perlu membelinya dan bisa menghemat biaya.
RAM

Untuk RAM sebetulnya bisa menggunakan DDR4-2666 karena processor yang akan kita gunakan hanya mendukung DDR4-2666, namun karena harga RAM DDR4-3200 tidak jauh berbeda dan bisa digunakan pada frekuensi yang lebih rendah, saya memilih V-GeN Tsunami yang berbentuk kit dual channel.
VGA

Lalu untuk sektor VGA, kita menggunakan tipe yang sama yaitu GTX 1660Ti, pilihan jatuh kepada Zotac karena harganya cukup murah.
Jika kamu ingin mendapatkan performa yang jauh lebih optimal, kamu juga bisa menggunakan VGA RTX pada PC rakitan ini.
Layar

Selanjutnya pemilihan layar, untuk layar saya akan menggunakan monitor dengan refresh rate 144Hz agar sama dengan apa yang digunakan pada laptop ASUS ROG STRIX G512LU. LG 24GM77 dipilih karena harganya terjangkau namun memiliki refresh rate 144Hz dan resolusi Full HD dengan ukuran 24 Inch.
Penyimpanan

Pada sektor penyimpanan saya memilih Varro 512GB SSD M2 NVME agar sama seperti laptop yang akan kita bandingkan.
PC dan Laptop saat ini sudah banyak yang menggunakan SSD, SSD menawarkan performa penyimpanan data yang jauh lebih cepat dibanding Hard Disk, jika kamu ingin mengetahui lebih lanjut tentang media penyimpanan jenis ini, silakan baca artikel berikut ini: Perbedaan SSD vs HDD Mana Yang Lebih Baik?
Power Supply

Saat mencari Power Supply untuk digunakan pada PC ini, saya memilah Power Supply Tier 2 yang harganya cukup murah.
Kenapa Tier ke 2? karena pc ini akan menggunakan sebuah VGA Card dan rasanya sayang saja jika kita asal dalam memilih power supply.
Pilihan saya jatuh ke be quiet! SYSTEM POWER U9 500W yang merupakan power supply tier ke 2 dengan sertifikat 80+ Bronze.
Casing, Mouse, Keyboard & Peripheral Lain
Karena Casing dan peripheral lain seperti mouse, keyboard dan speaker atau headset adalah komponen yang sangat tergantung kepada selera, saya gunakan casing yang murah saja asal sudah memiliki port USB 3 sedangkan Mouse dan Keyboard saya menggunakan Logitech yang paling murah.
Total Biaya Rakit PC Setara ASUS ROG STRIX G512LU
| Motherboard | GALAX B460M | Rp1.120.000 |
| Processor | 10th Generation Intel®Intel i5-10500 Processor (12M Cache, up to 4.50 GHz) | Rp2.959.000 |
| RAM | V-GeN Tsunami 8 GB DDR4 3200MHz (2×4 Dual Channel Kit) | Rp828.000 |
| VGA / GPU | Zotac NVIDIA® GeForce® GTX 1660Ti GDDR6, 6GB | Rp5.000.000 |
| Layar | LG 24GM77 24″ 1920×1080 144Hz | Rp2.000.000 |
| Penyimpanan | Varro 512GB SSD M2 NVME | Rp860.000 |
| Power Supply | be quiet! SYSTEM POWER U9 500W – 80+ Bronze Certified | Rp800.000 |
| Casing | INFINITY ELYSIUM | Rp350.000 |
| Mouse & Keyboard | Logitech K122 & Logitech B100 | Rp90.000 |
| Total Biaya Yang Diperlukan | Rp14.007.000 |
Setelah dihitung-hitung total biaya yang diperlukan untuk merakit sebuah PC dengan spesifikasi yang sama dengan Laptop ASUS ROG STRIX G512LU adalah 14 juta.
Ini artinya ada selisih harga antara Laptop ASUS ROG STRIX G512LU dengan PC Rakitan sebesar kurang lebih Rp4.400.000.
Kesimpulannya Mending Rakit PC Atau Beli Laptop
Berdasarkan studi kasus di atas, kita bisa simpulkan bahwa merakit PC memang jauh lebih murah dibandingkan membeli Laptop dengan spesifikasi yang setara.
Namun baik membeli sebuah laptop atau merakit sebuah pc memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.
Kelebihan dan Kekurangan Laptop
Kelebihan membeli laptop adalah kita sudah bisa memiliki sebuah personal computer bahkan untuk digunakan sebagai pc gaming tanpa harus ribet memesan dan memasang komponennya satu persatu.
Laptop juga ukurannya ringkas sehingga bisa kita gunakan di mana saja kita berada.
Adapun kekurangan laptop adalah harganya yang relatif mahal dan performa juga upgradability nya yang terbatas mengingat laptop dibuat dengan standar penggunaan tenaga listrik yang sangat hemat.
Kelebihan dan Kekurangan Merakit PC
Kelebihan merakit PC yang paling utama dan menjadi alasan kenapa banyak orang menyebut “Mending Rakit PC” adalah harganya yang murah dan efektif.
Dengan studi kasus di atas saja, kita bisa merakit sebuah PC dengan performa yang sama dengan laptop pembanding dengan selisih harga 4 juta lebih.
PC rakitan juga memiliki performa yang dapat disesuaikan dan upgradability yang tidak terbatas karena kita bisa mengganti semua komponen seperti Processor, Motherboard dan VGA sesuai dengan kebutuhan kita di masa yang akan datang.
Contoh sederhananya adalah jika Intel meluncurkan sebuah processor baru tahun depan, maka dengan PC rakitan kita hanya perlu mengganti motherboard dan processor saja, sedangkan jika kita ingin menggunakan processor baru tersebut pada laptop, maka kita harus membeli laptop baru yang sudah menggunakan processor tersebut.
Adapun kekurangan dari merakit PC adalah terasa rumit dan ribet khususnya bagi orang awam dan PC rakitan tidak bisa kita bawa ke mana-mana.






